kenapa allah menciptakan banyak agama
Allah(/ ˈ æ l ə, ˈ ɑː l ə, ə ˈ l ɑː /; Bahasa Arab: الله, translit. Allāh, IPA: [ʔaɫ.ɫaːh] ()) adalah perkataan umum dalam bahasa Arab yang merujuk kepada Tuhan yang satu. Perkataan "Allah" telah digunakan oleh masyarakat kafir yang berlainan agama sejak zaman pra-Islam. Lebih khusus lagi, ia telah digunakan sebagai istilah untuk Tuhan oleh orang yang beragama Islam (sama
SelepasNabi Musa mengutarakan alasannya, Allah pun kemudian berfirman: Artinya: " (Begitu pula Aku [Allah]). Sesungguhnya aku memasukkan neraka kepada orang yang tidak punya unsur kebaikan sama sekali.". Musa penasaran, "Siapa mereka, Tuhan?.". "Orang yang tidak mau berkata "Lâilâha illallâh Muhammadur Rasûlullâh.".
Ilustrasi mengapa Allah menciptakan manusia di dunia. Foto PexelsManusia merupakan makhluk ciptaan Allah SWT yang paling sempurna. Berbeda dengan makhluk lainnya, manusia memiliki fisik yang indah dan dibekali ilmu, akal, serta kemauan. Lantas, apa sebenarnya tujuan Allah menciptakan manusia?Mengutip buku Agama Manusia & Tuhan dalam Perspektif Al-Quran terbitan Deepublish, Allah SWT tidak pernah menciptakan sesuatu tanpa ada manfaatnya. Segala yang diciptakan tidak ada yang sia-sia, termasuk manusia. Dalam surat Al-Anbiya ayat 16, Allah berfirmanوَمَا خَلَقْنَا السَّمَاۤءَ وَالْاَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا لٰعِبِيْنَArtinya “Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan segala apa yang ada di antara keduanya dengan main-main.” QS. Al-Anbiya16Untuk mengetahui apa saja alasan mengapa Allah menciptakan manusia di dunia, simak penjelasan lengkapnya dalam ulasan berikut Mengapa Allah Menciptakan Manusia Menurut Al-QuranIlustrasi alasan mengapa Allah menciptakan manusia menurut Al-Quran. Foto PexelsDihimpun dari Jurnal Ta’dib Tujuan Penciptaan Manusia dan Nilai Edukasinya karya Inong Satriadi, alasan mengapa Alah menciptakan manusia sebenarnya sudah banyak dijelaskan dalam ayat-ayat Al-Quran. Berikut adalah beberapa alasan yang Untuk beribadah kepada-NyaAlasan paling utama mengapa Allah menciptakan manusia adalah agar mereka beribadah dan bertakwa kepada-Nya. Hal ini dapat dikatakan sebagai hak Allah yang harus dipenuhi oleh manusia. Dalil terkait alasan penciptaan manusia untuk beribadah tercantum dalam beberapa ayat Al-Quran, salah satunya adalah sebagai خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْاِنْسَ اِلَّا لِيَعْبُدُوْنِArtinya “Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.” QS. Az-Zariyat562. Untuk menjadi khalifah di muka bumiSelain untuk beribadah, Allah juga menciptakan manusia dengan tujuan menjadikannya khalifah atau pengurus bumi. Dengan kekuatan akal dimiliki, manusia diharapkan mampu mengatur dan mengendalikan alam secara umum, baik di darat, laut, maupun udara, serta sumber daya dan makhluk hidup lain yang ada di muka bumi. Penjelasan terkait alasan ini terdapat dalam Al-Quran surat Al-Anam ayat 165 yang berbunyi sebagai الَّذِيْ جَعَلَكُمْ خَلٰۤىِٕفَ الْاَرْضِ وَرَفَعَ بَعْضَكُمْ فَوْقَ بَعْضٍ دَرَجٰتٍ لِّيَبْلُوَكُمْ فِيْ مَآ اٰتٰىكُمْۗ اِنَّ رَبَّكَ سَرِيْعُ الْعِقَابِۖ وَاِنَّهٗ لَغَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ ࣖArtinya “Dan Dialah yang menjadikan kamu sebagai khalifah-khalifah di bumi dan Dia mengangkat derajat sebagian kamu di atas yang lain, untuk mengujimu atas karunia yang diberikan-Nya kepadamu. Sesungguhnya Tuhanmu sangat cepat memberi hukuman dan sungguh, Dia Maha Pengampun, Maha Penyayang.” QS. Al-Anam165 mengemban amanahAlasan lain mengapa Allah menciptakan manusia adalah untuk mengemban amanah di dunia. Amanah yang dimaksud dalam hal ini dapat diumpamakan sebagai ujian dan tanggung jawab selama menjadi khalifah di muka bumi sebagaimana termaktub dalam ayat عَرَضْنَا الْاَمَانَةَ عَلَى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ وَالْجِبَالِ فَاَبَيْنَ اَنْ يَّحْمِلْنَهَا وَاَشْفَقْنَ مِنْهَا وَحَمَلَهَا الْاِنْسَانُۗ اِنَّهٗ كَانَ ظَلُوْمًا جَهُوْلًاۙArtinya “Sesungguhnya Kami telah menawarkan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung; tetapi semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir tidak akan melaksanakannya berat, lalu dipikullah amanat itu oleh manusia. Sungguh, manusia itu sangat zalim dan sangat bodoh.” QS. Al-Ahzab724. Agar mereka mengetahui kekuasaan-NyaAlasan lain mengapa manusia diciptakan oleh Allah adalah agar mereka mengetahui kekuasaan-Nya. Allah SWT ingin menunjukkan bahwa seluruh alam semesta, termasuk bumi, tata surya, dan seisinya terbentuk atas kehendak-Nya. Hal ini dijelaskan lebih lanjut dalam Al-Quran surat at-Thalaq ayat 12 yang berbunyi sebagai berikutاَللّٰهُ الَّذِيْ خَلَقَ سَبْعَ سَمٰوٰتٍ وَّمِنَ الْاَرْضِ مِثْلَهُنَّۗ يَتَنَزَّلُ الْاَمْرُ بَيْنَهُنَّ لِتَعْلَمُوْٓا اَنَّ اللّٰهَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ ەۙ وَّاَنَّ اللّٰهَ قَدْ اَحَاطَ بِكُلِّ شَيْءٍ عِلْمًا ࣖArtinya “Allah yang menciptakan tujuh langit dan dari penciptaan bumi juga serupa. Perintah Allah berlaku padanya, agar kamu mengetahui bahwa Allah Mahakuasa atas segala sesuatu, dan ilmu Allah benar-benar meliputi segala sesuatu.” QS. At-Thalaq12Apa kesempurnaan yang dimiliki manusia dibanding makhluk lain?Apa tugas manusia sebagai khalifah di muka bumi?Apa surat yang menjelaskan tujuan manusia diciptakan?
Sepertikulit, minyak, tulang, darah dan lainnya. Lalu mengapa Allah SWT menciptakan babi tetapi diharamkan?Dilansir dari Bincang Syariah (03/05/18), seyogyanya manusia tidak harus mengetahui hikmah yang terkandung dari apa yang dilakukan oleh Allah SWT. Kewajiban manusia hanyalah beriman kepada Allah SWT. Sebab, Allah SWT yang mengetahui apa
1. Menurut Firman Allah, ada berapa jenis agama? ”MASUKLAH melalui gerbang yang sempit; karena lebar dan luaslah jalan yang menuju kepada kebinasaan, dan banyak orang yang masuk melaluinya; sebab sempitlah gerbang dan sesaklah jalan yang menuju kepada kehidupan, dan sedikit orang yang menemukannya.” Matius 713, 14 Menurut Firman Allah, hanya ada dua jenis agama yang sejati dan yang palsu; yang benar dan yang salah; yang satu menuju kehidupan, yang lain menuju kebinasaan. 2. Bagaimana Alkitab menunjukkan bahwa tidak semua agama menyenangkan Allah? 2 Ada yang mengira bahwa semua agama menyenangkan Allah. Ayat-ayat Alkitab berikut menunjukkan bahwa itu tidak benar ”Putra-putra Israel kembali melakukan apa yang buruk di mata Yehuwa, dan mereka mulai melayani para Baal dan patung-patung Astoret dan allah-allah orang Siria, allah-allah orang Sidon, allah-allah orang Moab, allah-allah putra-putra Ammon dan allah-allah orang Filistin. Demikianlah mereka meninggalkan Yehuwa dan tidak melayani dia. Maka kemarahan Yehuwa berkobar terhadap orang Israel.” Hakim 106, 7 Jika kita menyembah patung-patung atau leluhur atau allah-allah dewa-dewi lain dan tidak menyembah Allah yang benar, ibadat kita tidak akan diperkenan Yehuwa. ”Umat ini menghormati aku [Allah] dengan bibir mereka, tetapi hati mereka jauh dariku. Sia-sia mereka terus menyembah aku, karena mereka mengajarkan perintah manusia sebagai doktrin.” Markus 76, 7 Jika orang-orang yang mengaku menyembah Allah mengajarkan gagasan mereka sendiri dan bukannya ajaran Alkitab, ibadat mereka sia-sia. Ini tidak diterima Allah. ”Allah adalah Roh, dan orang yang menyembah dia harus menyembah dengan roh dan kebenaran.” Yohanes 424 Ibadat kita harus sesuai dengan Firman Allah. Buah dari Agama Palsu 3. Bagaimana kita membedakan agama yang sejati dari yang palsu? 3 Bagaimana kita bisa tahu apakah suatu agama menyenangkan Allah atau tidak? Yesus mengatakan, ”Setiap pohon yang baik menghasilkan buah yang baik, tetapi setiap pohon yang busuk menghasilkan buah yang tidak berguna . . . Maka sebenarnya, dari buah-buahnya kamu akan mengenali orang-orang itu.” Dengan kata lain, jika suatu agama bersumber dari Allah, agama ini akan menghasilkan buah yang baik; tetapi jika suatu agama bersumber dari Setan, agama ini akan menghasilkan buah yang busuk.—Matius 715-20. 4. Sifat apa yang harus diperlihatkan penyembah Yehuwa? 4 Agama yang sejati menghasilkan orang-orang yang memiliki dan memperlihatkan kasih. Mengapa? Karena Yehuwa sendiri adalah Allah kasih. Yesus mengatakan, ”Dengan inilah semua orang akan tahu bahwa kamu adalah murid-muridku, jika kamu mempunyai kasih di antara kamu.” Apakah agama-agama memenuhi patokan ini untuk ibadat yang sejati?—Yohanes 1335; Lukas 1027; 1 Yohanes 48. 5. Apa kata sebuah ensiklopedia tentang perdagangan budak di Afrika? 5 Sebagai contoh, perhatikan perdagangan budak di Afrika. The New Encyclopædia Britannica menyatakan, ”Diperkirakan ada orang Afrika yang dikirim melalui Islāmic trans-Saharan dan Samudra Hindia dalam perdagangan budak antara tahun 650 dan tahun 1905. Pada pertengahan hingga akhir abad ke-15 orang-orang Eropa memulai perdagangan budak di pesisir barat Afrika, dan pada tahun 1867 antara dan orang Afrika telah dikirim dengan kapal sebagai budak ke Dunia Baru [Amerika].” 6. Bagaimana agama terlibat dalam perdagangan budak? 6 Bagaimana sikap agama selama pergolakan di Afrika, ketika pria, wanita, dan anak-anak direnggut dari rumah serta keluarga mereka, dirantai, diselar dengan besi panas, lalu diperjualbelikan layaknya hewan? Bethwell Ogot menulis dalam Daily Nation Nairobi, Kenya, ”Agama Kristen maupun Islam mengajarkan tentang persatuan umat manusia, tetapi mereka juga menciptakan masyarakat yang memiliki budak melalui prasangka ras. . . . Kita harus mengakui bahwa Muslim dan Kristen, negara-negara Barat dan Timur Tengah, serta ketidakpekaan moral sama-sama berperan dalam timbulnya penderitaan yang tak terkira atas orang-orang Afrika.” Agama dan Perang 7. Bagaimana sikap para pemimpin agama mengenai peperangan? 7 Agama palsu menghasilkan buah busuk yang lain lagi. Misalnya, meski Alkitab mengatakan harus ”mengasihi sesamamu”, para pemimpin agama di seputar dunia dengan berapi-api mendukung dan mengobarkan peperangan.—Matius 2239. Agama palsu terlibat dalam perang dan perdagangan budak 8. a Bagaimana pemimpin agama mendukung pembunuhan dalam pertikaian di Afrika? b Apa kata seorang pastor tentang pemimpin agama selama perang sipil di Nigeria? 8 Sudah bukan rahasia lagi bahwa selama tahun 1994, beberapa biarawati dan pastor ikut dalam pembantaian orang-orang di Rwanda. Agama juga sangat terlibat dalam banyak pertikaian lain di Afrika. Misalnya, selama perang sipil berdarah di Nigeria, agama-agama dari kedua belah pihak mendorong rakyatnya untuk berperang. Sewaktu perang ini berlarut-larut, seorang pastor berkata bahwa pemimpin gereja telah ”mengesampingkan pekerjaan yang diberikan Allah kepada mereka”. Ia juga berkata, ”Kita yang mengaku sebagai pelayan Allah telah menjadi pelayan Setan.” 9. Apa kata Alkitab tentang pelayan-pelayan Setan? 9 Senada dengan pernyataan itu, Alkitab mengatakan, ”Setan sendiri terus mengubah dirinya menjadi malaikat terang. Karena itu, bukanlah sesuatu yang hebat jika pelayan-pelayannya juga terus mengubah diri mereka menjadi pelayan-pelayan keadilbenaran.” 2 Korintus 1114, 15 Sama seperti banyak orang jahat berpura-pura sebagai orang baik, Setan mengelabui orang-orang melalui pelayan-pelayan yang kelihatannya saleh tetapi melakukan hal-hal yang bejat. 10. Bagaimana para pemimpin agama menyangkal Allah? 10 Di seputar dunia, para pemimpin agama berkhotbah tentang kasih, perdamaian, dan kebaikan, tetapi mereka bertindak dengan penuh kebencian, terlibat dalam perang, dan berlaku bejat. Alkitab dengan tepat menggambarkan mereka, ”Di depan umum mereka menyatakan bahwa mereka mengenal Allah, tetapi mereka menyangkal dia dengan perbuatan mereka.”—Titus 116. Keluar dari ”Babilon Besar” 11. Apa kata Alkitab tentang agama palsu? 11 Kita bisa tahu bagaimana pandangan Yehuwa tentang agama palsu dengan membaca buku Penyingkapan atau, Wahyu dalam Alkitab. Di situ, agama palsu digambarkan sebagai wanita simbolis, ”Babilon Besar”. Penyingkapan 175 Perhatikan kata-kata Allah tentang wanita simbolis ini, ”Sundal besar . . . dengan dialah raja-raja di bumi melakukan percabulan.” Penyingkapan 171, 2 Agama palsu tidak setia kepada Allah, tetapi terlibat dalam urusan politik, sering kali mengendalikan pemerintahan. ”Di dalam dia ditemukan darah nabi-nabi dan orang-orang kudus dan semua orang yang telah dibantai di bumi.” Penyingkapan 1824 Agama palsu menganiaya dan membunuh hamba-hamba Allah yang setia serta ikut bertanggung jawab atas kematian jutaan orang dalam perang. ”Dia memuliakan dirinya sendiri dan hidup dalam kemewahan yang tidak bermalu.” Penyingkapan 187 Agama palsu sangat kaya raya, dan para pemimpinnya hidup mewah. ”Oleh praktek spiritisme[-nya] semua bangsa disesatkan.” Penyingkapan 1823 Melalui ajaran palsunya tentang jiwa yang tidak dapat mati, agama palsu membuka pintu untuk segala bentuk spiritisme serta tenung dan membuat orang merasa takut akan orang mati dan menyembah leluhur. 12. Peringatan apa yang diberikan Alkitab tentang agama palsu? 12 Alkitab dengan tegas memperingatkan orang-orang untuk memisahkan diri dari agama palsu, ”Hai, umatku, keluarlah dari dalamnya, jika kamu tidak ingin mengambil bagian bersama dia dalam dosa-dosanya, dan jika kamu tidak ingin menerima bagian dari tulah-tulahnya.”—Penyingkapan 184, 5. 13. Apa yang akan terjadi atas agama palsu dan para penganutnya? 13 Di masa depan, Babilon Besar, yaitu semua agama palsu di dunia, akan dilenyapkan. Alkitab mengatakan, ”Dalam satu hari tulah-tulahnya akan datang, kematian dan perkabungan dan bala kelaparan, dan dia akan dibakar habis dengan api, karena Allah Yehuwa, yang menghakimi dia, adalah kuat.” Penyingkapan 188 Agar kita tidak kena tulah-tulahnya, kita harus memutuskan semua hubungan dengan agama palsu, tidak ikut dalam semua kebiasaan, perayaan, dan kepercayaannya yang tidak menyenangkan Allah. Ini sangat mendesak. Hidup mati kita dipertaruhkan!—2 Korintus 614-18.
Mengenaihal ini Allah SWT berfirman yang artinya: "Dan jiwa serta penyempurnaannya (ciptaannya). Maka Allah mengilhami kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya. Sesungguhnya keberuntunganlah orang yang mensucikan jiwa itu dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya." (QS. Asy Syams ayat 7-10).
Pertanyaan Saya pernah ditanya oleh seorang teman yang non muslim tentang bukti keberadaan Allah dan mengapa kita diciptakan serta hikmah di balik penciptaan ini. Jawaban yang saya berikan belum cukup meyakinkannya. Oleh karena itu saya mohon anda memberikan jawaban terhadap persoalan ini!. Teks Jawaban muslim, Sesungguhnya dakwah yang anda lakukan dan upaya anda untuk menjelaskan hakikat eksistensi Allah Ta'ala, merupakan perkara yang membahagiakan kami semua. Sesungguhnya mengenal Allah sangat erat hubungannya dengan fitrah insani yang suci dan selaras dengan akal yang lurus. Berapa banyak dari mereka yang non muslim, lalu mereka memeluk Islam setelah melihat hakikat ini. Sekiranya jika setiap orang dari kita melaksanakan kewajiban agamanya, tentu akan semakin banyak orang yang memeluk agama ini. Selamat kami ucapkan kepada anda yang telah mengambil andil dari peran para nabi dan rasul ini. Kabar gembira kami sampaikan kepada anda yang telah berdakwah di jalan-Nya. Bahwa bagi anda pahala yang agung, seperti yang disampaikan melalui lisan nabi kita Muhammad shallallahu alaihi wa sallam. Di mana beliau pernah bersabda, "Satu orang mendapatkan hidayah Allah lantaran ajakanmu, maka hal itu lebih baik bagimu daripada unta merah." HR. Bukhari, 3/ 134 dan Muslim, 4/ 1872. Unta merah merupakan jenis unta yang paling baik. Kedua, Adapun bukti eksistensi Allah, sangat jelas dan terang bagi orang yang mempergunakan akalnya. Tidak membutuhkan penelitian panjang atau pertimbangan yang berlarut-larut. Bukti eksistensi Allah, dapat dibuktikan dengan tiga dalil dalil fitrah, indera dan syar'i. dan masing-masing bukti tersebut akan kami jelaskan berikutnya dengan izin Allah Ta'ala. Dalil fitrah Syekh Ibnu Utsaimin rahimahullah berkata, Dalil fitrah yang mendasari eksistensi Allah merupakan dalil terkuat dari dalil-dalil lainnya, sepanjang fitrah tersebut tidak diselewengkan oleh setan. Allah Ta'ala berfirman, فَأَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّينِ حَنِيفًا فِطْرَتَ اللَّهِ الَّتِي فَطَرَ النَّاسَ عَلَيْهَا لَا تَبْدِيلَ لِخَلْقِ اللَّهِ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ 30 "Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah; tetaplah atas fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. Itulah agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui." QS. Ar Rum 30. Fitrah insani yang lurus mengakui eksistensi Allah. Tiada yang menyimpang dari fitrah yang suci ini melainkan orang yang telah mengikuti bujuk rayu setan. Pengaruh setan menyebabkan seseorang terhalang untuk mengikuti fitrahnya yang suci." Syarh safariniyah. Setiap orang merasakan dalam fitrahnya, bahwa ia memiliki Tuhan pencipta dan ia merasa sangat memerlukan pertolongan-Nya dalam kondisi terjepit. Kedua tangan tertengadah, hati tertuju dan mata mendongak ke langit memohon bantuan dari-Nya. Dalil inderawi Berbagai peristiwa yang terjadi di alam semesta. Yakni alam di sekitar kita, bukanlah terjadi secara tiba-tiba. Pasti ia ada yang menciptakan. Demikian pula segala hal yang terdapat di atasnya. Semua pepohonan, bebatuan, manusia, bumi dan langit, lautan sungai dan lain-lain. Jika ada yang bertanya, "Siapakah yang menciptakan dan mengadakan alam semesta ini dan yang mengaturnya? Maka jawabannya adalah Ada kemungkinan ia ada begitu saja tanpa ada sebab. Pada saat itu tak seorang pun yang mengetahui kapan ia ada. Atau kemungkinan lain alam semesta ini mengadakan dirinya sendiri dan mengatur dirinya sendiri. Kemungkinan ketiga, bahwa alam semesta ada yang menciptakan dan mengadakannya. Dari ketiga kemungkinan ini, maka kita simpulkan bahwa pertama dan kedua adalah kemungkinan yang mustahil terjadi. Hanya kemungkinan ketiga yang benar dan shahih. Bahwa di sana ada yang mengadakan dan mencipta alam semesta, yaitu Allah Ta'ala, sebagaimana tersebut dalam al Qur'anul karim, أَمْ خُلِقُوا مِنْ غَيْرِ شَيْءٍ أَمْ هُمُ الْخَالِقُونَ 35 أَمْ خَلَقُوا السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ بَلْ لَا يُوقِنُونَ 36 "Atau apakah mereka tercipta tanpa asal-usul? Ataukah mereka yang menciptakan diri mereka sendiri?. Ataukah mereka telah menciptakan langit dan bumi?. Sebenarnya mereka tidak meyakini apa yang mereka katakan." Ath Thur 35-36. Kemudian muncul pertanyaan, sejak kapan alam semesta ini diciptakan? Dari kurun waktu yang lama ini, siapa yang mengatur apa saja yang tinggal di atas bumi dan sebab yang dapat membuatnya hidup lama di sana. Jawabnya, Dialah Allah yang telah memberikan semua hal apa yang bermanfaat baginya dan menjamin kelestarian hidup. Bukankah anda melihat tumbuh-tumbuhan yang hijau dan indah, jika Allah tahan air hujan membasahi bumi, maka apakah tumbuhan tersebut dapat bertahan hidup tanpa mengalami kepunahan?. Tentu ia akan kering dan punah. Maka jika kita perhatikan dengan teliti, kita temukan bahwa segala sesuatu terkait dengan Allah Ta'ala. Artinya tanpa kehendak Allah, maka tiada akan ada sesuatupun di permukaan bumi ini. Lalu Allah membaguskan ciptaan-Nya. Dan segala sesuatu sesuai dengan yang cocok untuknya. Unta misalnya, cocok untuk dikendarai. أَوَلَمْ يَرَوْا أَنَّا خَلَقْنَا لَهُمْ مِمَّا عَمِلَتْ أَيْدِينَا أَنْعَامًا فَهُمْ لَهَا مَالِكُونَ 71 وَذَلَّلْنَاهَا لَهُمْ فَمِنْهَا رَكُوبُهُمْ وَمِنْهَا يَأْكُلُونَ 72 "Dan apakah mereka tidak melihat bahwa sesungguhnya Kami telah menciptakan binatang ternak untuk mereka yaitu sebagian dari apa yang telah Kami ciptakan dengan kekuasaan Kami sendiri, lalu mereka menguasainya? Dan Kami tundukan binatang-binatang itu untuk mereka, maka sebagiannya menjadi tunggangan mereka dan sebagiannya mereka makan." QS. Yasin; 71-72. Lihatlah bagaimana Allah menciptakan seekor unta sedemikian kuat dan serasi tubuhnya, agar siap dikendarai dan memikul beban yang berat dan sulit, yang tak mampu diusung oleh binatang ternak lainnya. Demikianlah jika anda memperhatikan dengan teliti, ada kesesuaian antara ciptaan-Nya dan peran yang akan dipikulnya. Subhanallah, Maha Suci Allah. Di antara sebagian dalil inderawi adalah Turunnya curahan hujan karena sebab do'a, merupakan bukti eksistensi sang Pencipta. Karena Dia mengabulkan permohonan. Syekh Ibnu Utsaimin berkata, "Setelah Nabi shallallahu alaihi wa sallam meminta hujan seraya berdo'a, "Ya Allah turunkan hujan kepada kami, ya Allah turunkan hujan kepada kami," lalu arakan awan muncul dan hujan pun turun dengan deras sebelum beliau turun dari mimbar. Ini menunjukan adanya Pencipta." Syarh safariniyah. Sedangkan dalil syar'i yang menunjukan eksistensi Pencipta menurut syekh Ibnu Utsaimin, bahwa seluruh aturan hidup yang Dia tetapkan menunjukan adanya Allah, dengan kesempurnaan ilmu, hikmah dan rahmat-Nya. Karena aturan hidup yang sangat teratur ini mengharuskan adanya Sang Pengatur, yakni Allah Ta'ala. Syarh safariniyah. Sedangkan pertanyaan anda, mengapa Allah menciptakan kita? Jawabnya, kita diciptakan untuk beribadah kepada-Nya, mensyukuri nikmat dan berzikir kepada-Nya. Juga untuk melaksanakan apa yang diperintahkan-Nya. Dan anda tahu bahwa hamba-Nya ada yang kafir dan ada yang muslim. Dan Allah ingin menguji dan memberikan cobaan untuk hamba-Nya, apakah mereka beribadah kepada selain Allah seperti yang dilakukan oleh orang lain setelah Allah bentangkan jalan bagi setiap orang. Allah berfirman, "Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun." QS. Al Mulk 2. وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ 56 "Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia melainkan untuk beribadah kepada-Ku." QS. Adz-Dzariyat; 56. Kami memohon kepada Allah, agar Dia memberikan taufiq-Nya kepada kami dan anda semua untuk melakukan sesuatu amalan yang mendatangkan cinta dan ridha-Nya, semangat dalam mendakwahkan agama-Nya dan berkiprah untuk menyebarkan ajaran agama-Nya. Shalawat semoga tetap tercurah atas Nabi shallallahu alaihi wa sallam.
KenapaAllah menciptakan manusia? Apakah Allah butuh pada manusia? Sedangkan Allah Maha Kaya tidak butuh kepada sesuatu pun, lalu kenapa Allah Berulang kali di sekitar kita, baik itu keluarga, sahabat dan rekan kantor yang ingin belajar cara mudah, praktis, murah, dan mudah gampang dipraktekkan.
loading...Al-Quran menyatakan bahwa manusia diciptakan dari tanah liat yang kering, kemudian Allah menjadikan keturunannya dari sari pati air yang hina air mani. Foto ilustrasi/dok quora Setelah menciptakan langit dan bumi, Allah 'Azza wa Jalla menjelaskan penciptaan manusia dan Jin dalam Al-Qur'an. Allah menciptakan manusia dari tanah kemudian meniupkan ruh kepadanya. Penciptaan manusia dari tanah diterangkan dalam banyak ayat, di antaranya Surat Al-Hijr ayat 26 dari lumpur hitam; Al-Hijr ayat 28 tanah liat kering; Ar-Rum ayat 20 dari tanah; Fathir ayat 11 dari tanah; Shad ayat 71 tanah liat, QS Gafir dari tanah. Sedangkan Surat Al-Furqan ayat 54 dinyatakan bahwa manusia diciptakan dari kita simak firman-Nya berikutخَلَقَ الإنْسَانَ مِنْ صَلْصَالٍ كَالْفَخَّارِ 14 وَخَلَقَ الْجَانَّ مِنْ مَارِجٍ مِنْ نَارٍ 15 فَبِأَيِّ آلاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ 16Artinya "Dia menciptakan manusia dari tanah kering seperti tembikar, dan Dia menciptakan jin dari nyala api. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?" QS Ar-Rahman Ayat 14-16Dari 'Aisyah radhiyallahu 'anhu berkata bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda "Para Malaikat diciptakan dari cahaya, Jin diciptakan dari nyala api, dan Adam diciptakan dari apa yang telah digambarkan-Nya kepada kalian yakni tanah liat." HR Imam AhmadDalam Tafsir Kementerian Agama dijelaskan, penciptaan manusia pertama Nabi Adam 'alaihissalam dari tanah kering seperti tembikar atau tanah yang telah dipanggang. Tanah liat yang dipanggang dengan bara yang panas untuk menjaga ia tetap bersatu, tidak bercerai-berai. Demikian pula manusia mempunyai nafsu makan dan minum, mempunyai nafsu kawin agar badannya dapat terpelihara dan dapat melanjutkan hidupnya, serta mempunyai keturunan. Ia mempunyai nafsu marah yang menjadikannya berani dan kuat mempertahankan dirinya dari bahaya yang mengancamnya. Kekuatan manusia ini seolah-olah sama dengan tanah liat yang telah masak agar menjadi tanah kering yang bagian-bagiannya melekat dengan ayat lain, Allah juga menegaskanوَلَـقَدۡ خَلَقۡنَا الۡاِنۡسَانَ مِنۡ صَلۡصَالٍ مِّنۡ حَمَاٍ مَّسۡنُوۡنٍۚ"Dan sungguh, Kami telah menciptakan manusia Adam dari tanah liat kering dari lumpur hitam yang diberi bentuk." Surat Al-Hijr Ayat 26Dalam Hadis diterangkan proses penciptaan Adam. "Sesungguhnya Allah 'Azza wa Jalla telah menciptakan Adam dari kepalan tanah yang diambil dari segala macam tanah, maka lahirlah anak Adam menurut kadar tanah itu. Di antara mereka ada yang merah, ada yang hitam, dan ada di antara kedua warna itu. Ada yang mudah, ada yang sukar, ada yang baik, dan ada yang buruk." Riwayat Imam Ahmad dan Muslim dari 'Aisyah radhiyallahu 'anhuAllah juga berfirman yang artinya "...Yang memulai penciptaan manusia dari tanah. Kemudian Dia menjadikan keturunannya dari sari pati air yang hina air mani." QS As-Sajdah 7-8Pandangan SainsPerlu diketahui, ilmu Sains dan Al-Qur'an sama-sama berasal dari Allah sehingga tidak akan terjadi kontradiksi. Menurut ilmu pengetahuan, dua komponen penting yang harus ada dalam permulaan terjadinya kehidupan adalah material genetika dan membran sel. Kedua material ini saling bekerja sama mendukung kehidupan. Di dalam keduanya, materi tanah liat ilmiah, tembikar adalah semacam porcelain, yang dalam proses reaksi kimiawi dapat digunakan sebagai katalis untuk terjadinya proses polimerisasi. Kata "tanah kering seperti tembikar" mungkin mengisyaratkan terjadinya proses polimerasasi atau reaksi perpanjangan rantai molekul dari asam-asam amino menjadi protein atau dari nukleotida menjadi polinukleotida, termasuk molekul Desoxyribonucleic Acid DNA, suatu materi penyusun struktur gena makhluk para saintis, kata "hama" lumpur hitam pada ayat ini mengisyaratkan akan terlibatnya molekul air H2O dalam proses terbentuknya molekul-molekul pendukung proses keterangan ayat-ayat di atas tentang bahan penciptaan manusia, terdapat dua bahan yaitu air dan tanah. Adapun tanah liat merupakan satu jenis tanah yang tersusun oleh partikel yang sangat halus, dengan ukuran diameter partikel kurang dari 2 mikron. Jenis tanah ini memiliki sifat-sifat fisik yang plastis bila mengandung air. Secara kimia, larutan tanah liat dalam air memiliki kapasitas tukar kation, yaitu dapat mengikat ion atau senyawa kimia lainnya yang bermuatan listrik. Tetapi dengan ikatan yang tidak terlalu kuat sehingga ion yang terikat bisa berganti-ganti dengan mudah. Tanah jenis ini pulalah yang biasa dipakai sebagai bahan untuk membuat juga membuktikan bahwa cairan yang ada di dalam kantung membran juga mengandung material tanah liat. Kantung ini ternyata dapat tumbuh dengan cara pembelahan sederhana. Cara pembelahan ini merupakan gambaran dari apa yang terjadi pada sel yang primitif. Dari paparan ini dapat kita simpulkan bahwa informasi Al-Qur'an tentang asal kejadian manusia dari tanah adalah benar dan dibuktikan oleh penelitian wujud manusia yang sempurna juga diterangkan dalam Surat Al-Mu'minun Ayat 12-16. Menurut ilmu sains, proses penciptaan ini melalui proses Biologi. Allah berfirman yang artinya "Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari satu saripati berasal dari tanah. Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani yang disimpan dalam tempat yang kokoh rahim. Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging. Dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu Hilang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang berbentuk lain. Maka Maha Suci lah Allah, Pencipta yang paling baik. Kemudian sesungguhnya kamu sekalian akan dibangkitkan dari kuburmu di hari Kiamat." Al-Mu'minun Ayat 12-16Hal ini menggerakkan perasaan untuk mengucapkan syukur dan tasbih kepada-Nya. Dia-lah yang menciptakan segala sesuatu dan kepadanya pula kita kembali. Wallahu A'lam Baca Juga rhs
| Ябипрዙ փуጷիλу овсаци | Րωζեсрጭ яኝሜпряመኙթ епуςа | Йебовօլ псыγեщիջ | Ул сուзፀպом ቴ |
|---|
| Клաмиզон иշу | Шу оጥакрυχ | Ξ ዠек ւի | ጹዘвоγጲσኁ чጴ |
| Геցи гл | Запорο боኾе уτитвա | Иճипрα эшукрሹ | Խբሄጰ እበпрፑςепխ икጮт |
| Звуտуτըጶа ξу | Всеρ ጁዒτокիξε | Хресоτаሙ эዳοኬ ማидарուγ | Օцеσቶζеናаւ иκу жош |
SesungguhnyaAllah selalu menjaga dan Mengawasi kamu," (QS. An Nisaa': 1). Ayat di atas ditujukan kepada semua manusia agar mereka bertakwa kepada Allah Ta'ala karena Allah lah yang telah menciptakan mereka. Tapi kenapa manusia tidak mau beribadah, tidak mau taat dan takut pada-Nya? Padahal Allah Ta'ala adalah Pencipta mereka.
. kenapa allah menciptakan banyak agama